Selasa, 16 Januari 2024

Menelusuri Dakwah Salafi di Dharmasraya

Saat ini, Dakwah Salafi di Dharmasraya mengerucut Pada 2 Ustadz. yaitu Ustadz Saeed Albandungy (USA) dan Ustadz Roby Kader (URK). Sejauh yang Penulis telusuri, komunitas Ustadz Saed Albandungy lebih dulu memulai kajian Manhaj Salaf di Dharmasraya. Penulis tidak mendapatkan cerita tentang mulai masuknya komunitas USA di Dharmasraya. Pada Tahun 2011, 2 orang Pemuda MA dan KA bertemu di Masjid Babussalam Pulau Punjung. Adanya Kesamaan cara Shalat membuat mereka berkenalan dan saling menanyakan tempat Ngaji, dan ternyata mereka semanhaj. semenjak itu keduanya saling berkomunikasi dan sesekali Pergi bersama mendatangi Tabligh Akbar di Padang. Tahun 2012, MA memperkenalkan BW kepada KA. Ketiganya kompak ingin mengadakan Kajian Manhaj Salaf di daerah Dharmasraya. MA kenal Ustadz yang bisa datang ke Dharmasraya. beliau adalah Ustadz Dano Abdurrazaq (UDA). saat dengan hanya 5 orang Jamaah UDA memulai kajian manhaj Salaf, di BLok A. karena tidak berkembang, akhirnya berhenti. Tahun 2014, KA meminta BW menghubungi UDA untuk mengisi Kajian Tematik kembali. KA telah mendapatkan Teman-teman exs jamaah MTA yang ingin hadir di Kajian Manhaj Salaf.Kajian Tematik yang di isi oleh UDA ini selesai dilaksanakan dengan baik, dan terjalin komunikasi antara jamaah exs MTA dengan UDA. Masih di tahun 2014, Terbentuk komunitas kajian Manhaj Salaf di Blok D yang diasuh oleh UDA. Di kajian Blok D ini KA bertemu dengan WI. Dikarenakan ketidaksesuaian karakter dengan komunitas Blok D, Secara terpisah KA dan WI menghimpun personil untuk membentuk komunitas baru. Komunitas terbentuk dengan baik. Di tahun 2015, untuk pertama kalinya Tabligh Akbar Manhaj Salaf terlaksana di Dharmasraya. dengan kenekatan dan dana seadanya, KA, WI dan komunitas kajian blok D mendatangkan Dr. Aspri RA dari Pekanbaru. saat itu, bermunculan orang-orang yang merasa asing di masyarakat karena menjalankan Sunnah dan anti Bid'ah. mereka terkumpul seperti berkumpulnya semut saat ada air gula tumpah. Tahun 2016, KA berkenalan dengan MW, yang merupakan salah satu jamaah Komunitas pengajian USA. dan KA mengajak MW ikut menghadiri Kajian di Blok D. walau MW meragukan kesalafian komunitas yang ada di Blok D, MW tetap datang, namun waktu itu kajian batal karena syaikh tidak bisa hadir. selanjutnya KA membawa MW ke komunitas WI. walau berbeda arus salafi, namun prinsip manhaj salaf yang dipegang komunitas WI membuat MW bisa nyaman berkomunikasi dengan komunitas WI. lewat MW, komunitas WI bisa merasakan aura ngaji di komunitas USA. pada awal tahun 2017, komunitas WI berangsur bubar. sejak diasuh UDA, Komunitas Blok D berkembang , mendapatkan waqaf tanah, membentuk Yayasan. Karena kesibukan UDA, beliau meyakinkan URK untuk menggantikanya mengasuh yayasan. Dengan penuh kesabaran, URK mengasuh jamaah Yayasan yang di dominasi Exs Jamaah MTA. disaat itulah beberapa dari komunitas WI bergabung dengan komunitas blok D. Tahun 2023, URK menyerah, Perbedaan Pandangan tentang Hizbiyyah menyebabkan URK terusir dari Yayasan. dan akhirnya membentuk Yayasan Baru bersama beberapa anggota komunitas yang dari awal memang sudah tidak cocok dengan karakter jamaah exs MTA.

Menelusuri Dakwah Salafi di Dharmasraya

Saat ini, Dakwah Salafi di Dharmasraya mengerucut Pada 2 Ustadz. yaitu Ustadz Saeed Albandungy (USA) dan Ustadz Roby Kader (URK). Sejauh yan...